PEMBENAHAN IMPLEMENTASI PELAKSANAAN UN YANG TIDAK JUJUR

PEMBENAHAN IMPLEMENTASI PELAKSANAAN UN YANG TIDAK JUJUR

Citra pendidikan Aceh dianggap belum meningkat. Ini bukan hanya soal guru atau komitmen pemerintah, akan tetapi apresiasi masyarakat atas pendidikan juga ikut memberi andil merosotnya mutu secara umum. Kesan selama ini ramai-ramai bangun gedung sekolah, perlu aplikasi lapangan yang berimbang dengan pengembangan dan pembinaan mutu belajar. Sebab meskipun ada kebijakan mengirim sejumlah guru ke luar negeri, tidak bisa menjadi jaminan meningkatkan mutu pendidikan.

Tingkat pendidikan di aceh yang katanya belum meningkat, akan tetapi tiap tahunnya selalu mendapat prestasi UN dengan indeks kelulusan 100%, Tetapi kita semua juga mengetahui bagaimana sistem dan teknis pelaksanaan UN selama ini di Aceh. Bahkan pelaksanaan UN beberapa waktu lalu yang telah terlaksana itu, diduga adanya banyak tindakan kecurangan, dan ini mencerminkan dan mengimplementasikan pelaksanaan UN yang tidak jujur, bahkan menjadi pembodohan bagi generasi penerus kita.

Upaya memajukan dunia pendidikan merupakan investasi jangka panjang, jauh melebihi usia tampuk pemerintahan seorang kepala daerah, bahkan hingga dua kali masa jabatannya. Inilah yang menyebabkan tidak banyak kepala daerah menjejakkan program-programnya pada sektor ini karena dalam kurun waktu periode kekuasaannya, hasilnya tidak langsung dirasakan, dalam artian tidak nampak atau tidak berwujud. memandang dunia pendidikan sebelah mata jelas bukan sikap yang bijak, pasalnya pendidikan merupakan hal yang amat penting untuk anak cucu yang akan melakukan pembenahan aceh itu sendiri.

Penerapan pendidikan gratis agar program wajib belajar 12 tahun tidak sekadar ke istimewaan bagi aceh. Ini bertujuan agar sekolah di aceh berorientasi pada pengembangan pendidikan lebih inovatif, muatan disiplin yang lebih tinggi, pendidikan akhlak yang baik, dan penguasaan IPTEK sejak dini, serta berwawasan global. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya berbeda dengan apa yang seharusnya di aplikasikan dalm pendidikan di aceh, adanya bocoran soal jawaban UN sudah menjadi rahasia umum di aceh, hal yang semestinya tidak di lakukan, hal ini menjadi budaya dalam pendidikan di aceh, ujian nasional dengan kelulusan 100% namun penuh kecurangan dan kebodohan.

Pembangunan pendidikan seharusnya memiliki grand design yang konsisten dan mampu menyongsong masa depan yang dicita-citakan. Selama ini pendidikan dinilai gagal karena tidak memiliki sebuah grand design yang jelas. Pendidikan harus mencakup unsur jasmani, rohani, dan kalbu, agar menghasilkan lulusan dengan nilai kemanusiaan yang tinggi. Dengan demikian terwujudlah masyarakat Aceh yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berilmu amaliah dan beramal ilmiah, percaya diri, sehat jasmani dan rohani serta mampu menempatkan dirinya dalam suatu tatanan kehidupan yang Islami, bukan malah memberikan budaya yang malah merusak generasi penerus.

Pendidikan Aceh hingga kini masih belum membanggakan. Merombak  paradigma untuk mengusung tekad pendidikan Aceh bermutu, masih sebatas tataran wacana. Banyak hal telah membuat realitas pendidikan di Aceh berada pada rating terendah secara nasional. Mulai mutu belajar dan mutu guru, minimnya sarana, dana pendidikan yang diselewengkan, manajemen tanpa visi.

Pada hakikatnya mutu pendidikan akan baik sangat tergantung pada kebijakan juga niat pengelola bidang pendidikan. Salah satunya meningkatkan kompetensi guru, terutama membangun citra kaum guru, yang terbilang ikut serta dalam bocoran soal UN terhadap siswa-siswa, yang mana sebagai penerus bangsa ini.

About zafareza

menjadi yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Posted on Juni 9, 2012, in TULISAN KKU. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: